NAMA :Luthfi Abdurrohman
NIM:201653132
KELAS: C
E-Learning
Pengertian
E-Learning Sekilas perlu kita pahami ulang apa e-Learning itu sebenarnya. E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-Learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-Learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.
Ada beberapa pengertian berkaitan dengan e-Learning sebagai berikut :
Pembelajaran jarak jauh.
E-Learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa berada di Semarang, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di tempat lain, di kota lain bahkan di negara lain. Interaksi bisa dijalankan secara on-line dan real-time ataupun secara off-line atau archieved.
Pembelajar belajar dari komputer di kantor ataupun di rumah dengan memanfaatkan koneksi jaringan lokal ataupun jaringan Internet ataupun menggunakan media CD/DVD yang telah disiapkan. Materi belajar dikelola oleh sebuah pusat penyedia materi di kampus/universitas, atau perusahaan penyedia content tertentu. Pembelajar bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat dari mana ia mengakses pelajaran.
Pembelajaran dengan perangkat komputer
E-Learning disampaikan dengan memanfaatkan perangkat komputer. Pada umumnya perangkat dilengkapi perangkat multimedia, dengan cd drive dan koneksi Internet ataupun Intranet lokal. Dengan memiliki komputer yang terkoneksi dengan intranet ataupun Internet, pembelajar dapat berpartisipasi dalam e-Learning. Jumlah pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi tidak dibatasi dengan kapasitas kelas. Materi pelajaran dapat diketengahkan dengan kualitas yang lebih standar dibandingkan kelas konvensional yang tergantung pada kondisi dari pengajar.
Pembelajaran formal vs. informal
E-Learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-Learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-Learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-Learning untuk umum. E-Learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).
Pembelajaran yang ditunjang oleh para ahli di bidang masing-masing.
Walaupun sepertinya e-Learning diberikan hanya melalui perangkat komputer, e-Learning ternyata disiapkan, ditunjang, dikelola oleh tim yang terdiri dari para ahli di bidang masing-masing, yaitu:
Subject Matter Expert (SME) atau nara sumber dari pelatihan yang disampaikan
Instructional Designer (ID), bertugas untuk secara sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-Learning dengan memasukkan unsur metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan lebih menarik untuk dipelajari
Graphic Designer (GD), mengubah materi text menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik untuk dipelajari
Ahli bidang Learning Management System (LMS). Mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya.
Di sini, pembelajar bisa melihat modul-modul yang ditawarkan, bisa mengambil tugas-tugas dan test-test yang harus dikerjakan, serta melihat jadwal diskusi secara maya dengan instruktur, nara sumber lain, dan pembelajar lain. Melalui LMS ini, siswa juga bisa melihat nilai tugas dan test serta peringkatnya berdasarkan nilai (tugas ataupun test) yang diperoleh.
E-Learning tidak diberikan semata-mata oleh mesin, tetapi seperti juga pembelajaran secara konvensional di kelas, e-Learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait.
E-learning is the interst metode
E-learning adala suatu proses pembelajaran yang dilakukan di SMA 1 PARE,yang menggunakan basic komputer.Metode ini menjadi suatu ciri khas tersendiri, karena dengan metode in siswa dituntut mampu menguasai program-program komputer. Selain itu dengan adanya metode seperti ini,antar siswa dapat memberikan sutu pengajaran kepada teman lainnya dengan skill yang dimilikinya dengan perantara guru.
Kelebihan E-learning :
1.siswa dapat lebih muda mengerjakan tugas/ulangan
2.lebih efisien
3.tidak boros waktu
4.mudah dalam nengerjakan soal karena dapat melihat buku ajar
5.ulangan/tugas dapat dikerjakan sewaktu-waktu,tapi harus sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Kekurangan E-learning :
1. lepas dari pengawasa guru,siswa dapat mengerjakan soal dengan melihat buku
2.karena kurangnya penguasaas program-program komputer ,siswa menjadi tertinggal dalam
menerjakan tugas/soal ulangan
Kritik dan saran tentang E-learning:
E-learnig merupakan suatu metode pemblajaran siswa,yang dapat menjembatani siswa untuk melakukan kompetisi di dunia luar. dengan demikian saya berharap metode E-learning tidak berhenti disitu saja, tapi dapat melahirkan metode-metode baru yang dapat membantu dalam proses belajar mengajar antara siswa dengan guru
E-LEARNING
DALAM DUNIA PENDIDIKAN
DALAM DUNIA PENDIDIKAN
Selamat sejahtera untuk seluruh masyarakat dunia maya, artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi dasar kepada kita semua tentang apa itu e-learning.
Sebagaimana yang kita ketahui, internet adalah suatu konsep yang hebat untuk menghebatkan diri kita atau malah menghancurkan kita dalam perangkap dunia maya. Nah, Dalam artikel ini, kita akan fokus membahas usaha internet dalam mensukseskan generasi muda melalui e-learning. Apa itu e-learning? apa hubungannya dengan pendidikan? dan apa manfaat dari e-learning itu sendiri?
Untuk langkah awal, kita harus mengetahui apa arti dari e-learning. E-learning terdiri dari dua kata e dan learning. “E” adalah huruf awal dari elektronik, pengertian elektronik udah tau semuakan? J sedangkan learning artinya adalah pengetahuan. Dalam pengertian kasarnya e-learning adalah pengetahuan elektronik. What does this mean? Maksudnya, E-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke peserta didik dengan menggunakan media internet atau media jaringan komputer lain [Hartley, 2001].
Dari
pengertiannya saja sudah jelas e-learning berhubungan dengan dunia
pendidikan. Dimana, melalui teknologi modern ini sedikit banyak memberikan
kemudahan dalam membangun hubungan interaksi antara pengajar dan peserta didik.
Apa saja yang harus dipersiapkan untuk membangun sebuah komunikasi melalui e-learning ?
E-learning adalah suatu sistem yang berbasis
web yang memberikan hak akses kepada setiap pengguna internet secara bebas atau
user terdaftar. Nah, syarat wajib pertama e-learning adalah adanya
user/pengguna, kemudian adanya badan pengelola e-learning itu sendiri.
Tanpa dua hal ini, tidak mungkin terbentuk sebuah interaksi dalam menunjang
kreatifitas pendidikan. untuk membuat website e-learning ini menggunkan
Learning Menajement System (LCMS). contoh website yang berbasis e-learning
sudah sangat banyak, seperti ilmukomputer.com.
Dengan pendidikan melalui internet ini, para pengajar bisa memberikan bahan ajar melalui e-learning, interaksi juga bisa dilakukan dengan mengupload audio atau video dan dalam e-learning juga bisa disediakan forum khusus untuk diskusi antara pengajar dengan peserta didik. Mudah bukan ?
Faktor utama masalah pengajaran real time adalah tidak adanya interaksi antara pengajar dan peserta didiknya, banyak alasan tidak adanya interaksi peserta didik dengan guru/dosennya, alasan yang bisa diambil dari lingkungan saya sebagai mahasiswa adalah permasalahan takut bertanya, tidak berani berdiskusi langsung dengan dosen ataupun masalah keterbatasan waktu. Namun demikian, dengan media internet ini sangat dimungkinkan untuk melakukan interaksi antara pengajar dan peserta didik baik dalam bentuk real time (waktu nyata) atau tidak. Dalam bentuk real time dapat dilakukan misalnya dalam suatu chatroom, interaksi langsung dengan real audio atau real video, dan online meeting. Yang tidak real time bisa dilakukan dengan mailing list, discussion group, newsgroup, dan buletin board. Dengan cara di atas interaksi pengajar dan peserta didik di kelas mungkin akan tergantikan walaupun tidak 100%.
Kegiatan e-learning ini bisa dimanfaatkan hingga melaksanakan sistem ujian online dengan pengumpulan feedback. E-learning adalah konsep yang menyenangkan bagi dunia pendidikan, dengan susana yang baru dan tanpa keterbatasan waktu. peserta didik bisa memutar video yang di upload oleh guru/dosen. peserta didik juga mampu berdiskusi secara bebas yang berbasis pembelajaran.
Nah, setelah
kita membahas sedikit tentang e-learning, penulis akan memberikan
beberapa kemudahan dan keuntungan menggunakan e-lerning, yaitu :
1. E-learning bisa diakses kapan saja
dan dimana saja.
2. Melatih peserta didik lebih mandiri
dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.
3. Terbentuknya komunitas pembelajar
yang saling berinteraksi (peserta didik dengan sesamanya atau dengan guru/dosen
nya) saling memberi dan menerima serta tidak terbatas dalam satu lokasi.
4. Guru atau dosen dapat dengan efisien
mengontrol kegiatan belajar peserta didiknya dengan melihat siapa saja yang
sering aktif atau tidak.
5. Menghemat biaya pendidikan secara
keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku).
6. Mengurangi biaya perjalanan ke
sekolah/kampus.
7. Menjangkau wilayah geografis yang
lebih luas
Segala
sesuatu pasti berpasangan, setelah kita mengetahui keuntungan dari penggunaan e-learning,
bagaimakah dengan dampak negatif dari aktivitas pendidikan secara online ini?
Dampak negatif yang ditimbulkan oleh e-learning adalah sebagai berikut :
1. Peserta didik yang tidak termotivasi
untuk menggunakan e-learning akan menjadi terbelakang atau ketinggalan dalam pembelajarannya.
2. Tanpa interaksi secara langsung,
Peserta didik bisa saja kurang berkemampuan dalam interaksi sosial secara
langsung.
3. Pengajar tidak mungkin selalu dapat
menyediakan waktu pada saat dibutuhkan.
4. Koneksi internet yang lambat dan
tidak handal dapat menimbulkan rasa ketidaknyamanan.
5. Beberapa subjek/mata pelajaran bisa
saja sulit direalisasikan dalam bentuk e-learning.
6. Pengajar ataupun peserta didik yang
tidak familiar dengan struktur dan rutin software akan merasa kesulitan dan
tertinggal.
7. Untuk sekolah tertentu terutama yang
berada di daerah, akan memerlukan investasi yang mahal untuk membangun
e-learning.
8. Fasilitas internet atau komputer
tidak dimiliki oleh semua peserta didik atau pengajar akan menimbulkan
permasalahan.
9. Berubahnya peran guru dari yang
semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini dituntut mengetahui
teknik pembelajaran yang menggunakan ICT.
10.
Sistem
pengajaran akan terfokus kepada beberapa orang saja (yang sering aktif).
e-learning
bukanlah sebagai arena wajib dalam pelaksanaan pendidikan, jadikan ia sebagai
sarana bantuan dalam kreativitas dan kemandirian pembelajaran. Pendidikan
secara real time akan lebih mampu membangun karakteristik seorang peserta didik
dalam berinteraksi dengan sesamanya, guru/dosen dan berinteraksi dengan
masyarakat umum. Tetapi dengan e-learning, akan menuntut mereka hanya menatap
gadget/laptop mereka tanpa melihat langsung dengan siapa mereka berinteraksi.
Kemanfaatan e-learning disisi pengembengan bahan ajar memang tidak terbatas
yang dapat membantu para pengajar dan peserta didik mendapatkan ilmu lebih
banyak.
http://catatanriefdha.blogspot.co.id/2013/12/artikel-interaksi-e-learning-dalam.html
Manfaat E-Learning Bagi Guru dan Siswa
Memasuki era
teknologi, siapa pun harus bisa mengerti, menguasai, atau minimal mengenalnya.
Sebaiknya seseorang tidak lagi menganut istilah gaptek (gagap teknologi) kalau
tidak mau tertinggal, karena saat ini semua kegiatan manusia berkaitan dengan
teknologi. Dunia pendidikan juga sedang menggeliat bergelut dengan teknologi
dengan menerapkan metode e-learning pada sistem pengajarannya. Sistem pembelajaran elektronik atau e-pembelajaran (Inggris: Electronic learning disingkat E-learning)
adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan
konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan
e-learning, metode pengajaran dan pembelajaran sekolah memanfaatkan teknologi
melalui media elektronik seperti komputer, laptop, netbook, atau smartphone
dengan jaringan internet atau lainnya. Hal ini melibatkan peran guru dan siswa,
bahkan juga para orangtua siswa untuk aktif. Seperti contoh, sekolah tidak lagi
mewajibkan membeli buku pelajaran sebagai buku pegangan untuk kegiatan
belajar-mengajarnya. Orangtua siswa hanya diberikan informasi beberapa judul
buku yang dibutuhkan, beserta penulis dan penerbitnya. Orangtua siswa dituntut
untuk aktif, mencari sendiri buku-buku tersebut dengan diperbolehkan membeli
buku pada toko buku atau hanya mengunggah (download) buku sekolah
elektronik (bse) pada internet.
E-learning tidak
hanya berlaku metode pembelajaran secara on-line saja, namun
penerapannya bisa secara off-line juga, seperti pembelajaran di kelas
dengan menggunakan proyektor atau menonton film dvd guna mempelajari sesuatu
mengenai beberapa kejadian aktual seperti kejadian bencana gempa, tsunami, dan
sebagainya.
E-learning Pada Sekolah Mana Pun
Metode e-learning
bisa diterapkan pada sekolah mana pun, tidak dikhususkan pada sekolah tingkat
tinggi saja seperti universitas, tetapi dimulai dari sekolah dasar pun juga
sudah bisa memakai sistem pembelajaran ini. Karena jelas dirasakan manfaatnya
dengan adanya e-learning untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Apa saja sih,
manfaat e-learning? Mungkin, ada yang bertanya begitu. Manfaat yang akan
dijabarkan, diambil contoh penerapan e-learning pada sekolah tingkat awal
(sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah umum), antara lain:
1. Dengan
e-learning, pembelajaran lebih hemat dari segi waktu. Siswa tidak
perlu lagi mencatat pelajaran yang dituliskan guru pada papan tulis seperti
pada zaman dulu. Siswa dapat meng-copy pelajaran yang guru berikan melalui
media flashdisk atau cd. Atau bisa juga guru mengirimkan email silabus materi
pekanan yang dipelajari. Secara langsung, guru pun menjadi lebih ringan karena
tidak perlu menuliskan materi pada papan tulis.
2. Dengan
e-learning, pembelajaran lebih hemat dari segi biaya. Siswa tidak lagi
diharuskan mempunyai buku pelajaran, karena buku-buku pegangan itu bisa
diperoleh dengan mengunggah buku sekolah elektronik yang ada. Jadi siswa pun
tidak perlu membawa tas yang berat berisikan buku-buku pelajaran. Begitu juga,
guru cukup membuka laptop atau netbooknya ketika mengajar di kelas.
3. Dengan
e-learning, pembelajaran membuat siswa aktif. Siswa yang didampingi
orangtua menjadi lebih aktif untuk mencari sendiri buku pelajaran yang
dibutuhkan, mengerjakan tugas sekolah seperti kliping dengan bantuan internet.
4. Dengan
e-learning, pembelajaran menjadi menyenangkan. Siswa tidak lagi jenuh
belajar di kelas dengan selalu duduk manis. Pembelajaran bisa juga diselingi
dengan menonton film yang tetap dalam koridor atau tema belajar. Dengan
menyeimbangkan antara otak kanan dan kiri, penerimaan materi pada siapa pun
akan menjadi lebih mudah. Siswa senang dalam belajar, guru pun menjadi lebih
mudah dalam mengajar.
Ada manfaat, tentu ada pula kekurangan dari
e-learning ini, yakni:
1.
Dengan
e-learning, dibutuh dana khusus untuk pengadaan elektronik baik siswa dan guru
pribadi, maupun juga sekolah.
2.
Dengan
e-learning, diperlukan SDM guru yang mumpuni dalam hal teknologi.
Jika dibandingkan
dari kedua hal di atas, maka bisa dilihat lebih banyak manfaat e-learning untuk
guru dan siswa ketimbang kekurangannya. Kekurangan yang ada bisa diambil jalan
keluarnya agar pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik. Di sini pemerintah
mempunyai peranan penting untuk bisa terlaksananya e-learning pada pendidikan
di Indonesia. Pertama, pemerintah menyediakan anggaran khusus untuk pengadaan
elektronik pada sekolah-sekolah yang termasuk dalam anggaran dana BOS (bantuan
operasional sekolah) dan kedua, pemerintah juga bisa mengadakan
pelatihan-pelatihan ke SDM guru-guru supaya mempunyai keahlian di bidang
teknologi.
https://aliafazrillah.wordpress.com/2013/12/22/manfaat-e-learning-bagi-guru-dan-siswa/
Tujuan e-learning
Tujuan
e-learning adalah untuk
meningkatkan daya serap dari para mahasiswa atas materi yang diajarkan,
meningkatkan partisipasi aktif dari para mahasiswa, meningkatkan kemampuan
belajar mandiri, dan meningkatkan kualitas materi pembelajaran. Diharapkan dapat
merangsang pertumbuhan inovasi baru para mahasiswa sesuai dengan bidangnya
masing-masing. e-learning merupakan alternatif pembelajaran yang relatif baru
untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar dengan menggunakan
berbagai fasilitas teknologi informasi, seperti teknologi komputer baik
hardware maupun software, teknologi jaringan seperti local area network dan
wide area network, dan teknologi telekomunikasi seperti radio, telefon, dan
satelit. Salah satu bagian dari kegiatan e-learning yang menggunakan fasilitas
internet adalah distance learning, merupakan suatu proses pembelajaran, dimana
dosen dan mahasiswa tidak ada dalam satu ruangan kelas secara langsung pada
waktu tertentu; artinya kegiatan proses belajar mengajar dilakukan dari jarak
jauh atau tidak dalam satu ruangan kelas. Hal ini memungkinkan terjadinya
pembelajaran yang berkesinambungan, artinya mahasiswa bisa belajar setiap saat,
balk slang maupun malam hari, tanpa dibatasi waktu perternuan. Berbagai peluang
tersebut diatas rnasih menghadapi berbagi tantangan baik dari kesiapan
iqfrastuktur teknologi informasi, masyarakat, dan peraturan yang mendukung
terhadap kelangsungan e-learning. Dikemukakan juga sepintas mengenai peluang
dan tangangan media e-learning, seperti pada media voice mail, audiotape, audioconference,
e-mail, online chat, web based education, videotape, satellite videoconference,
microwave videoconference, dan cable atau broadcast television.
https://kampung121m.wordpress.com/about/tujuan-e-learning/